Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan kejelekan amalan-amalan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak akan ada yang menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan oleh Allah, maka tidak akan ada yang memberi petunjuk kepadanya.
Saya bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah kecuali hanya Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya.
Suatu hari, hampir seluruh mata tertuju kepada sebuah negeri bernama Lebanon yang negeri tersebut saat ini sedang porak poranda dihantam oleh rudal-rudal yahudi. Sebuah perang diawali penculikan yang dilakukan oleh Hizbullah (milisi penganut agama Syiah rafidhoh) yang menimbulkan tanda tanya besar pada dunia Islam.
Adakah ini benar sebuah perjuangan Islam dan pembelaan terhadap kaum muslimin palestina oleh milisi Amal Hizbullah, dan perjuangan jihad Islam untuk membebaskan palestina.
Kenyataannya adalah sebagian besar kita terlalu mudah menyimpulkan bahwa inilah perjuangan Islam sebelum melihat dan benar-benar mengetahui sejarah sebenarnya Milisi Amal Hizbullah yang menganut paham Syiah itu berdiri dan sejarah tentang mereka di Lebanon.
Tulisan ini sama sekali bukan untuk menggembosi perlawanan kepada yahudi dan menggembosi perjuangan membela kemerdekaan palestina, tulisan ini didasari atas kecintaan terhadap kaum muslimin, peringatan kepada mereka agar mereka lebih jeli dalam menilai sesuatu, mengetahui mana musuh mana kawan, dan mana perjuangan Islam sesungguhnya yang menetapi Manhaj Al Qur’an dan Sunnah yang shahihah, seperti manhajnya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, jalannya Al Faruq Radiyallahu anhu, pedangnya Salahuddin Al Ayyubi yang telah jelas membebaskan Al Quds dari cengkraman kaum kuffar.
Di Tahun 1975
Sejarah Hizbullah Syiah di Lebanon tidak bisa kita lepaskan dari peristiwa sejarah terjadinya perang saudara di Lebanon, yang melibatkan lebih dua kelompok diantaranya Rezim Syiah Syiria An Nashiriyah Syiah Imamiyah tergabung dalam Gerakan milisi – milisi Amal dengan pasukan Lebanon. Perang Saudara di Lebanon bermula dari peristiwa Otobis di Ain Ar Ramanah pada tanggal 13/4/1975.
Orang-orang palestina yang mendiami tenda-tenda pengungsian mendapati mereka menjadi bagian dari perang ini. Kekuatan militer Syiria melakukan intervensi dengan mengerahkan pasukan yang berjumlah tiga puluh ribu orang tentara dan mereka terlibat dalam peperangan sengit. Dan militer Syiah Syiria ini dibantu oleh gerakan Amal Syiah melawan Pasukan Lebanon.
Dimulai dari memboikot Tal Za’tar, pemboikotan yang memaksa para pengungsi palestina kelaparan karena adanya larangan bantuan roti dan obat-obatan disertai pengeboman yang terus menerus diarahkan para tenda-tenda pengungsian palestina kemudian hal yang sama dilakukan pula di perkemahan Ain Al Hulwah sehingga hancurlah seluruh perkemahan secara keseluruhan.
Orang-orang Syiah Syiria ini bersama milisi Amal menyembelih anak-anak dan orang-orang tua serta merobek isi perut dan menodai kehormatan para wanita. Sedangkan berita yang mereka siarkan keluar adalah hal ini mereka lakukan untuk menghentikan perang saudara. (Wa ja’a Daur Al majus 2/42-44)
Di Tahun 1982
Kemudian kita beralih ke tahun 1982 dimana terjadi invasi ke Lebanon oleh Yahudi dengan jumlah sekitar dua puluh ribu tentara. Yahudi menginvasi wilayah selatan Lebanon dalam waktu yang sangat singkat karena disana mereka tidak mendapatkan perlawanan malah mereka mendapatkan kalungan bunga oleh orang-orang Syiah Lebanon.
Yang kemudian mereka lanjutkan perjalanannya ke beirut yang disana mereka mendapat penyambutan oleh penduduk Al Maruniyah dan memberikan mereka bantuan. Kekuatan militer yahudi inilah yang membombardir Beirut bagian barat wilayah yang didiami Ahlus Sunnah.
Kemudian semua jalur obat-obatan dan makanan baik dari darat, laut dan udara ditutup oleh yahudi dan dibombardir secara terus menerus, salah satunya adalah yang terjadi pada hari Ahad 1/8/1982 selama kurang lebih empat belas jam rudal-rudal yahudi membombardir beirut barat yang menghabiskan lebih 180.000 proyektil, yakni rata-rata lebih 214 proyektil per menit.
Pemboman seperti ini berlangsung lebih dari dua belas hari pada bulan yang sama. Kemudian setelah itu orang-orang Syiah rafidhah dan Syiah Druz serta orang-orang sekuler menuntut organisasi pembebasan palestina (PLO) untuk keluar dari beirut bahkan seluruh lebanon dan terjadi (wa ja’a daur al majus 2/49).
Dan yang lebih parahnya lagi sikap Syiah rafidhoh di Lebanon mereka merestui kemenangan ini, karena Israel telah mewujudkan impian mereka dengan mengusir orang-orang palestina dari wilayah selatan Lebanon. Siaran-siaran berita musuh zionis memuat penjelasan para pejabat mereka dalam mendukung Israel. (Wa Ja’a Daur Al-majus 2/50)
Koran Al Anba’ Al Kuwaitiyah pada tanggal 30/4/1985 memberitakan dengan judul “Orang-orang Israel menyita persenjataan kelompok – kelompok Sunni saja”, orang-orang Israel hanya membatasi penyitaan senjata ini pertama-tama kepada orang-orang palestina, kemudian kepada orang-orang Sunni Lebanon, adapun kepada gerakan Amal Syiah serta milisi Syiah Druz tidak ada penyitaan apapun kepada mereka.
Berawal dari kelompok perlawanan Syiah, Amal (Batalyon Perlawanan Lebanon) Al Islamiyah – Hizbullah yang berdiri resmi pada 1984. Gerakan Amal adalah gerakan bersenjata yang tumbuh di Lebanon. Ia sangat membenci bukan kepada musuh zionis sebenarnya akan tetapi kepada para penduduk perkemahan palestina dan Beirut barat, itu karena mereka para umumnya adalah orang-orang Sunni. Gerakan Amal mendapat dukungan dana dari Rezim Syiah An Nashiriyah di Syiria dan dari rezim Imamiyah di Iran.
Gerakan Amal telah melakukan dan bahkan sudah sering melakukan pembantaian terhadap Ahlus Sunnah yang bahkan mungkin zionis Yahudi sendiri belum melakukan hal demikian. Pada malam senin 20/5/1985 M, milisi Amal menyerbu perkemahan Shabra dan Syatila. Mereka menahan semua pegawai rumah sakit Gazza.
Pengeboman mulai dikendalikan dengan menggunakan mortir dan kontak senjata langsung dan serangan terus melebar hingga mencapai perkemahan palestina Burj Al Barajinah. Peperangan yang dilakukan gerakan Amal semakin membabi buta membunuh laki-laki, para wanita dan anak-anak.
Sementara itu para pejuang palestina hanya mempertahankan diri saja tidak dapat mundur dari tempat mereka, walaupun demikian para pejuang palestina akhirnya berhasil bangkit namun apa yang terjadi kemudian, seorang panglima Brigade Enam pasukan Lebanon memerintahkan anak buahnya untuk membantu gerakan Amal dalam membunuhi orang-orang palestina yang Ahlus Sunnah tersebut. Perlu diketahui anggota Brigade Enam semuanya adalah orang-orang Syiah yang dipimpin oleh panglima Nabih Beri seorang Syiah.
Memang terdapat beberapa kali usaha untuk menghentikan perang, namun hal ini sama sekali tidak berhasil karena para pemimpin Gerakan Amal Syiah adalah orang-orang yang suka ingkar janji dan berbohong (taqiyyah).
Yang akhirnya perang terus berlanjut ditambah lagi dengan Brigade Delapan pasukan Lebanon yang juga bergabung memerangi orang-orang palestina bersama Pasukan dari rezim An nashiriyah Syiah Syiria mereka mengepung perkemahan palestina Al Khalil di daerah Biqa’ kelompok ini semua mendapatkan keuntungan dari pengeboman yang dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur zionis di perkemahan. Semua berita-berita pembantaian ini berusaha ditutup rapat-rapat oleh Gerakan Amal dan semua antek-anteknya di Lebanon. (Wa Ja’a Daur Al Majus 2/81-84)
Koresponden surat kabar Sunday Times tanggal 3/6/1985 mengatakan “Sungguh mustahil meliput berita-berita pembantaian secara teliti, karena Gerakan Amal melarang para photographer masuk ke dalam perkemahan. Sebagian dari mereka mengancam dengan kematian. Telah terjadi penarikan beberapa orang koresponden, karena khawatir atas mereka dari penculikan dan pembunuhan, mereka yang masih tersisa di Lebanon mendapatkan kesulitan dalam bertugas..” dan mereka juga menyebutkan, bahwa beberapa orang palestina dibunuh di rumah sakit-rumah sakit di Beirut, dan sejumlah jenazah orang-orang Palestina ditemukan dengan kondisi leher-leher mereka telah disembelih.
Kantor berita Prancis di hari yang sama menyebutkan, “Sesudah jatuhnya perkemahan Shabra, kelompok-kelompok Syiah dan Gerakan Amal menyebar dengan penuh semangat di setiap sepuluh dan dua puluh meter untuk menghalangi para jurnalis dan photographer untuk mengambil gambar apa pun.”
Kemudian Surat kabar Al Wathan Kuwait menyebutkan, “Gerakan Amal dan Brigade Enam melarang para koresponden surat kabar untuk masuk, bahkan sesudah tumbahnya perkemahan Sabra. Mereka merusak semua kamera dan film yang telah berhasil diambil oleh sebagian jurnalis tentang bekas-beaks darah saja.” (Wa Ja’a daur Al Majus 2/90-92).
Sebuah sumber menyebutkan bahwa adanya kesaksian dua orang tentang Gerakan Amal mengumpulkan puluhan korban luka-luka dan rakyat sipil selama delapan hari peperangan di ketiga perkemahan, kemudian membunuh mereka. Di antara mereka terdapat empat puluh lima orang korban luka-luka di rumah sakit Gazza.
Surat Kabar republika Italia di hari yang sama menyebutkan bahwa di Syatila seorang palestina yang mengalami cacat, tidak dapat berjalan sejak beberapa tahun mengangkat kedua tangannya memohon pertolongan dan belas kasihan dihadapan komponen-komponen Gerakan Amal. Jawaban yang didapatnya adalah dia ditembak hingga tewas. “Ini benar-benar sebuah kebiadaban” tulis surat kabar tersebut. (Wa Ja’a Daur Al Majus 2/90-92).
Jhon Kevins dalam surat kabar New York Times melaporkan, “dikatakan disana sejumlah jurnalis masuk kedalam perkemahan Burj Al barajinah. Dari dekat perkemahan tampak keadaan sangat hancur bahkan sebagian orang-orang Palestina menyebutkan bahwa Israel tidak berbuat sesuatu pada mereka seperti yang telah diperbuat Gerakan Amal. Di dalam perkemahan itu terdapat kebencian, bukan hanya kepada milisi-milisi Amal, bahkan kepada Syiria yang dianggap dalam cakupan luas telah merencanakan mengepung perkemahan dan mendukung untuk menghancurkan pengaruh Yasir Arafat pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan untuk mengkonsolidasi kekuasaannya atas Lebanon melalui perwakilannya. (Wa Ja’a Daur Al majus 2/105-106)
Bersambung Insya Allah…


terus terang dalam masalah ini, saya masih tawaqquf, melihat realita yang ada sangat bertolak belakang dengan apa yangantum tulis tentang hizbullah, apalagi data-data yang antum kutip adalah data-data yang berasal dari surat kabar barat, dan negara yang mmiliki hubungan erat dengan barat seperti Kuwait. syukron
Ya..memang tepat keputusan anda bung tgk.Setiap orang yang terpelajar harus melakukan cek dan recek terhadap berita yang datang pada kita.
ada buku referensi tentang hizbullah ga???
saya sdang menulis skripsi tentang hizbullah..pls
trimakasih..assalamualaikum
assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh
antum ini menulis tentang Hizbullah lebanon tapi buku rujukan antum kok dari buku yang memusuhi salahsatu mazhab islam yg notabennya mazhabnya hisbullah, wa ja`a daur al-majus, jg dari sumber2 barat.. ajib antum ini.
antum ini kalau memang ingin jd peneliti yang akurat,ya dengan data2 yang akurat pula and dari sumber2 yang akurat bukan dari sumber2 barat . antum ngk th penulis buku wa ja `a daur al-majus itu buku terlarang….
tulisan antum ini ngk akurat dandipertanyakan…
moga bermanfaat.
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
sungguh tdk sesuai dg realita.,,kenyataannya hamas yg notabene sunni berhubungan sngt dkt dg hizbullah.,,bhkn hasan nasrallah pemimpin hizbullah dipuja oleh warga palestina trtma warga gaza..,,itu hanya propaganda barat untuk memecahbelah islam.,,kpn islam akan kuat bila sesama muslim aja mudah di adu domba oleh barat..,bersatulah kaum muslimin.
Guys, namanya juga dunia penuh fitnah, jadi jangan mudah tertipu dengan penampilan, mungkin kita perlu baca juga artikel yang ini
http://alfanarku.wordpress.com/2010/06/25/konspirasi-besar-zionis-salibis-neo-syiah-shafawis/
sepertinya penulis berangkat dari sebuah kebencian …
inilah realita bukan rekayasa,bagi yang sudah tertipu (taqkiyah) tidak akan masuk akal baginya.bagi yang tidak suka berita ini itulah rapidho.