Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2011

Dalam rangka menghujat para sahabat utama Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam dan dalam rangka menyebarkan image buruk hubungan sahabat dan ahlul bait sesaat setelah Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam wafat, mereka tak segan-segan mengekspose hadits-hadits yang tidak ada asalnya atau palsu, diantaranya adalah bahwa Umar telah menyakiti dengan mendobrak pintu rumah Fatimah sehingga tulang rusuknya patah dan janin-nya keguguran, atau Umar telah menyiapkan kayu bakar di depan pintu rumah Fatimah dan lain-lain, padahal itu semua adalah riwayat-riwayat yang jelas lemah bahkan palsu.

Tetapi bukti-bukti kepalsuan riwayat-riwayat tersebut  tidaklah menghentikan usaha mereka untuk terus mengkais-kais riwayat-riwayat dari kitab-kitab referensi Ahlus Sunnah yang sekiranya bisa cocok dengan keyakinan mereka. Salah satunya adalah seorang syi’ah, atau bisa dikatakan simpatisan syi’ah (karena tidak mau mengakui kesyi’ahannya) menukil sebuah riwayat dari Al-Mushannaf Ibnu Abi Syaibah yang merupakan salah satu literatur Sunni, dan dengan menukil riwayat ini dia ingin mengatakan bahwa Umar telah berlaku buruk terhadap keluarga Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam yaitu mengancam akan membakar rumah Fatimah. (more…)

Read Full Post »

Abu Al-Jauzaa’ :, 17 Februari 2011

Al-Imaam Ahmad rahimahullah berkata :

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ يَعْنِي ابْنَ بَهْرَامَ، قَالَ: حَدَّثَنِي شَهْرُ بْنُ حَوْشَبٍ، قَالَ: سَمِعْتُ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ جَاءَ نَعْيُ الْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّ، لَعَنَتْ أَهْلَ الْعِرَاقِ، فَقَالَتْ: قَتَلُوهُ، قَتَلَهُمْ اللَّهُ، غَرُّوهُ وَذَلُّوهُ، لعنهم اللَّهُ، فَإِنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَتْهُ فَاطِمَةُ غَدِيَّةً بِبُرْمَةٍ، قَدْ صَنَعَتْ لَهُ فِيهَا عَصِيدَةً تَحْمِلُهُ فِي طَبَقٍ لَهَا، حَتَّى وَضَعَتْهَا بَيْنَ يَدَيْهِ، فَقَالَ لَهَا: ” أَيْنَ ابْنُ عَمِّكِ؟ ” قَالَتْ: هُوَ فِي الْبَيْتِ، قَالَ: ” فَاذْهَبِي، فَادْعِيهِ، وَائْتِنِي بِابْنَيْهِ “، قَالَتْ: فَجَاءَتْ تَقُودُ ابْنَيْهَا، كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا بِيَدٍ، وَعَلِيٌّ يَمْشِي فِي إِثْرِهِمَا، حَتَّى دَخَلُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَجْلَسَهُمَا فِي حِجْرِهِ، وَجَلَسَ عَلِيٌّ عَنْ يَمِينِهِ، وَجَلَسَتْ فَاطِمَةُ عَنْ يَسَارِهِ، قَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ فَاجْتَبَذَ مِنْ تَحْتِي كِسَاءً خَيْبَرِيًّا، كَانَ بِسَاطًا لَنَا عَلَى الْمَنَامَةِ فِي الْمَدِينَةِ، فَلَفَّهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ جَمِيعًا، فَأَخَذَ بِشِمَالِهِ طَرَفَيْ الْكِسَاءِ، وَأَلْوَى بِيَدِهِ الْيُمْنَى إِلَى رَبِّهِ تَعَالى قَالَ: ” اللَّهُمَّ أَهْلِي، أَذْهِبْ عَنْهُمْ الرِّجْسَ، وَطَهِّرْهُمْ تَطْهِيرًا، اللَّهُمَّ أَهْلُ بَيْتِي، أَذْهِبْ عَنْهُمْ الرِّجْسَ، وَطَهِّرْهُمْ تَطْهِيرًا، اللَّهُمَّ أَهْلُ بَيْتِي أَذْهِبْ عَنْهُمْ الرِّجْسَ وَطَهِّرْهُمْ تَطْهِيرًا “، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَلَسْتُ مِنْ أَهْلِكَ ؟ قَالَ: ” بَلَى، فَادْخُلِي فِي الْكِسَاءِ “، قَالَتْ: فَدَخَلْتُ فِي الْكِسَاءِ بَعْدَمَا قَضَى دُعَاءَهُ لِابْنِ عَمِّهِ عَلِيٍّ وَابْنَيْهِ وَابْنَتِهِ فَاطِمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ

Telah menceritakan kepada kami Abun-Nadlr Haasyim bin Al-Qaasim : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdul-Hamiid – yaitu Ibnul-Bahraam – , ia berkata : Telah menceritakan kepadaku Syahr bin Hausyab, ia berkata : Aku mendengar Ummu Salamah istri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam ketika datang berita kematian Al-Husain bin ‘Aliy, ia mengutuk penduduk ‘Iraaq. Ummu Salamah berkata : “Mereka telah membunuhnya semoga Allah membinasakan mereka. Mereka menipu dan menghinakannya, semoga Allah melaknat mereka. Karena sesungguhnya aku melihat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam didatangi oleh Faathimah pada suatu pagi dengan membawa bubur yang ia bawa di sebuah talam. Lalu ia menghidangkannya di hadapan Nabi. Kemudian beliau berkata kepadanya : “Dimanakah anak pamanmu (Ali)?”. Faathimah menjawab : “Ia ada di rumah”. Nabi berkata : “Pergi dan panggillah ia dan bawa kedua putranya”. Maka Faathimah datang sambil menuntun kedua putranya dan ‘Aliy berjalan di belakang mereka. Lalu masuklah mereka ke ruang Rasulullah dan beliau pun mendudukkan keduanya Al-Hasan dan Al-Husain di pangkuan beliau. Sedagkan ‘Aliy duduk di samping kanan beliau dan Faathimah di samping kiri. Kemudian Nabi menarik dariku kain buatan desa Khaibar yang menjadi hamparan tempat tidur kami di kota Madinah, lalu menutupkan ke atas mereka semua. Tangan kiri beliau memegang kedua ujung kain tersebut sedang yang kanan menunjuk kearah atas sambil berkata : ‘Ya Allah mereka adalah keluargaku maka hilangkanlah dosa dari mereka dan bersihkanlah mereka sebersih-bersihnya.  Ya Allah mereka adalah Ahlul-Baitku maka hilangkanlah dosa dari mereka dan bersihkanlah mereka sebersih-bersihnya. Ya Allah mereka adalah Ahlul Baitku maka hilangkanlah dosa dari mereka dan bersihkanlah mereka sebersih-bersihnya’. Aku berkata : “Wahai Rasulullah bukankah aku juga keluargamu?”. Beliau menjawab “Ya benar. Masuklah ke balik kain ini”. Maka akupun masuk ke balik kain itu setelah selesainya doa beliau untuk anak pamannya dan kedua putranya, serta Fatimah putri beliau radliyallaahu ‘anhum”. (more…)

Read Full Post »