Feeds:
Posts
Comments

Archive for September, 2009

Oleh: Muhammad Ikhsan

PENDAHULUAN

Al-Sunnah adalah salah satu sumber tasyri’ penting dalam Islam. Urgensinya semakin nyata melalui fungsi-fungsi yang dijalankannya sebagai penjelas dan penfasir al-Qur’an, bahkan juga sebagai penetap hukum yang independen sebagaimana al-Qur’an sendiri. Itulah sebabnya, di kalangan Ahl al-Sunnah, menjadi sangat penting untuk menjaga dan “mengawal” pewarisan al-Sunnah ini dari generasi ke generasi. Mereka –misalnya- menetapkan berbagai persyaratan yang ketat agar sebuah hadits dapat diterima (dengan derajat shahih ataupun hasan). Setelah meneliti dan membuktikan keabsahan sebuah hadits secara sanad, mereka tidak cukup berhenti hingga di situ. Mereka pun merasa perlu untuk mengkaji matannya; apakah ia tidak syadz atau mansukh –misalnya-. Demikianlah seterusnya, hingga mereka dapat menyimpulkan dan mendapatkan hadits yang dapat dijadikan sebagai hujjah. (more…)

Advertisements

Read Full Post »

Mengenai pernikahan ‘Umar bin Al-Khaththab radliyallaahu ‘anhu dengan Ummu Kultsum rahimahallaah, ada beberapa sumber/keterangan yang menyebutkannya. (more…)

Read Full Post »

pertalian

* Majalah Qiblati Edisi Khusus Haji dan Majalah Qiblati Edisi 3 Volume 4

(Jika ingin bisa melihat bagan di atas lebih jelas, silahkan di copy gambar di atas dan dilihat dengan memperbesar zoom-nya)

Silsilah di atas adalah sebagian Fakta yang menunjukkan gambaran hubungan antara sahabat dan ahlul bait Nabi shalallahu alaihi wassalam dimulai saat Nabi Shalallahu wasalam masih hidup dan diteruskan setelah beliau wafat, maka sungguh disayangkan jika kita saat ini mempercayai  pemutar balikkan sejarah yang dilakukan oleh orang-orang yang berusaha mendiskreditkan mereka dan kemudian ikut terjebak pula dengan dikotomi “sahabat” dan “ahlul bait” yang digambarkan saling bermusuhan, padahal kenyataannya mereka melebur menjadi satu umat, bahkan lebih dari itu, mereka saling mempererat hubungan mereka dengan menjalin ikatan perkawinan diantara mereka dan keturunan mereka. (more…)

Read Full Post »

Abdul Hayyie al Kattani

 Bain al-‘Athifah wa al-Burhan?

Cukup menarik membaca tulisan Dr. Jalaluddin Rakhmat di bagian akhir artikelnya. Hal itu mendorong saya mengkaji hal ini terlebih dahulu sebelum mengkaji metodologi membaca Al Qur`an, terutama yang berkaitan dengan hal-hal yang tampak mengecam sahabat, serta kajian atas peristiwa-peristiwa yang dialami sahabat secara detail, seperti yang dipaparkan oleh Dr. Jalaluddin Rakhmat.
Karena menurut saya itu sangat mudah dijawab oleh mereka yang mau membuka tafsir-tafsir Al Qur`an maupun hadits Nabi saw. beserta takhrijnya dan sirah Rasul. Inti masalahnya hanya di metodologi bacaan dan pilihan bacaan. Jika itu dijelaskan, akan terjawab semuanya. Jadi pembahasan itu kita lakukan setelah bahasan sekarang ini.

(more…)

Read Full Post »

[Bagian Pertama]
Abdul Hayyie Al-Kattani

(Mahasiswa Pascasarjana Universitas Al-Azhar Mesir)
Pendahuluan

Di facebook, Dr. Jalaluddin Rakhmat mengundang saya untuk mengomentari tulisannya, “Sahabat dalam Timbangan Al-Quran” Setelah membaca tulisan Dr. Jalaludin Rakhmat saya tertegun sejenak: apakah konsep tentang ‘adalah sahabat bermakna mensakralkan mereka? Dan menganggap mereka manusia-manusia suci yang tidak mungkin melakukan kesalahan? Atau memuja mereka seperti sesembahan? Dalam tulisan itu jelas bahwa cendekiawan Syi’ah ini dengan mudahnya menyamakan konsep keadilan para sahabat dengan konsep kemaksuman Ahlul Bait dalam Syi’ah.

Dalam tulisan ini, saya ingin menunjukkan apa yang dimaksud “adalatus-sahabah” dalam konsep para ulama Ahlus-Sunnah. Tulisan ini sekaligus juga akan meluruskan pandangan-pandangan keliru cendekiawan yang sering melontarkan isu-isu kotroversial ini. (more…)

Read Full Post »

(Menyingkap Proyek Syi’ahisasi Timur Tengah di Tengah Rontoknya Solidaritas Dunia Arab)

Yusuf Burhanudin

“Kaum Wahabi adalah orang-orang yang berbuat keji dan termasuk ulah setan.

Kami akan membalas orang-orang Wahabi. Kejahatan ini jangan dibiarkan

berlalu begitu saja tanpa pembalasan!”

Ungkapan di atas lugas tertulis di beberapa dinding gedung di Libanon selatan saat pecah perang saudara tahun 1975-1990. Kecaman itu ditulis secara sadar oleh gerakan perlawanan Hizbullah, faksi syi’ah yang kelak berkuasa permanen di Libanon selatan tahun 1982. Sekalipun hanya tulisan dinding atau teriakan sporadis dalam demonstrasi, betapa itu menggambarkan pernyataan tulus dan lugu tanpa tekanan. Ketulusan yang muncul dari hati terdalam kepada Muslim Arab Teluk yang mayoritas bermadzhab Hanbali. Demikian tulis Abdul Mun’im Syafiq, pengamat Timur Tengah, dalam Haqiqah Al-Muqawamah; Qira`ah fi Awraq Al-Harakah As-Siyasiyyah Asy-Syi’iyyah fi Lubnan (Hakikat Perlawanan; Menebak Gerakan Politik Syi’ah di Lebanon). (more…)

Read Full Post »