Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2011

Abu Al-Jauzaa’ :, 28 Juli 2011

Pernahkah Anda membaca tulisan orang-orang Syi’ah yang mendiskreditkan para shahabat ? Aha,… saya yakin banyak Pembaca pernah menemuinya walau hanya sekali. Mereka banyak menukil hadits-hadits dari kutub Ahlus-Sunnah dengan cara memanipulasi atau membawa makna dan maksud pada tempat yang tidak semestinya. Apalagi sekarang banyak Ahlus-Sunnah gadungan, orang Syi’ah yang tidak mengakui kesyi’ahannya namun membawa semangat shahabatphobia atau ahlus-sunnah phobia.

Salah satu syubhat tumpul yang mereka lontarkan adalah bahwasannya Abu Bakr radliyallaahu ‘anhu telah membuat marah Faathimah bintu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam kasus tanah Fadak[1], yang katanya, kemarahan Faathimah radliyallaahu ‘anhaa itu sama dengan kemarahan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Satu sisi mereka menisbatkan ‘dosa’ kepada Abu Bakr, namun pura-pura bodoh bahwa ‘Aliy radliyallaahu ‘anhu lah yang menyebabkan Faathimah marah sehingga bersabda : ““Faathimah adalah bagian dariku. Barangsiapa yang membuatnya marah, itu artinya juga membuatku marah”. (more…)

Read Full Post »

Allah Azza wa Jalla berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (Al-Ma’idah : 54) (more…)

Read Full Post »

Merupakan satu kepastian bahwa kehidupan yang baik membutuhkan perjuangan. Harapan menumbuhkan semangat dan kekuatan, sementara angan-angan hanyalah melalaikan dan menyulut kemalasan.

Allah telah memilih para ksatria yang berjibaku dalam jihad fi sabilillah. Sekumpulan manusia yang mendambakan syahid di jalan-Nya. Mereka meninggalkan kelezatan dan kemegahan dunia, bergegas menuju gelanggang pertempuran. Tak lain, berjuang demi tegaknya Islam di muka bumi. Upaya menapaki bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bukan aksi brutal mengatasnamakan agama.

Mereka tak menghiraukan jauhnya diri dari keluarga, sabetan pedang, luka yang menganga, maupun gugurnya teman seperjuangan. Sedari dulu, perjuangan membutuhkan pengorbanan. Teguh di saat menghadapi beratnya perjuangan, sabar di kala musibah mendera. Mereka benar-benar yakin bahwa apa yang ada di sisi Allah subhanahu wa ta’ala adalah lebih baik dan kekal. (more…)

Read Full Post »

Dalam rangka menyebarkan keragu-raguan bahwa para sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam adalah generasi terbaik umat ini sebagaimana dengan sangat jelas telah disabdakan Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim berikut ini:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَبِيدَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَجِيءُ أَقْوَامٌ تَسْبِقُ شَهَادَةُ أَحَدِهِمْ يَمِينَهُ وَيَمِينُهُ شَهَادَتَهُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ وَكَانُوا يَضْرِبُونَنَا عَلَى الشَّهَادَةِ وَالْعَهْدِ

Bukhari 34.16/2458. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Manshur dari Ibrahim dari ‘Ubaidah dari ‘Abdullah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sebaik-baik manusia adalah orang-orang yang hidup pada zamanku (generasiku) kemudian orang-orang setelah mereka kemudian orang-orang setelah mereka. Kemudian akan datang sebuah kaum yang persaksian seorang dari mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului persaksiannya. Ibrahim berkata; Dahulu, mereka (para shahabat) mengajarkan kami tentang bersaksi dan memegang janji (Mereka memukul kami bila melanggar perjanjian dan persaksian) . (more…)

Read Full Post »

Ternyata moncong senapan orang syi’ah rafidhah ini tidak berhenti menyalak untuk target sasaran seorang sahabat mulia yaitu Abu Hurairah, hal ini dimaklumi karena Abu Hurairah adalah seorang sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam, maka tidak mengherankan jika kaum syi’i sangat hasud terhadap beliau.

Tetapi tanpa dinyana ternyata senjata makan tuannya sendiri, jika dia menganggap Abu Hurairah sebagai seorang yang melakukan tadlis maka dia seharusnya menganggap Imam Ali dan Abbas radhiyallahu ‘anhuma sebagai orang-orang yang juga melakukan tadlis, bagaimana hal lucu ini bisa terjadi? Cekidot Gan. (more…)

Read Full Post »

Tulisan kami berjudul Pembakaran Terhadap Rumah Ahlul Bait? Ternyata dibantah dengan bantaha-bantahan mandul oleh sorang syi’i rafidhi nashibi yang bergaya “jaksa penuntut urakan” mencari-cari cara mendiskreditkan sahabat maupun ahlul bait.

Kami akan membahas bantahan tersebut bukan karena bantahan tersebut memang layak untuk ditanggapi tetapi karena ingin menunjukkan kepada umat Islam betapa lemahnya akal pengikut neorafidhi sekaligus neonashibi ini.  (more…)

Read Full Post »

Bagaimana menurut anda jika virus syi’ah, rafidhah, nawashib dan sahabatphobia menjangkiti bersama-sama dalam dada seseorang? Tentunya akan sangat sulit dihilangkan kecuali mendapat pertolongan dari Allah Azza wa Jalla, kenalilah mereka dari tanda-tanda mereka yaitu dari moncong senapan mereka, target sasaran mereka sangat jelas, kalau ga sahabat ya ahlul bait (ahlul bait di sini termasuk di dalam-nya adalah istri-istri Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam). Peluru mereka muntahkan ke generasi awal Islam, dengan alasan studi kritis mereka mengekspose kembali isu-isu lama lebih dari seribu tahun yang lalu, bahkan kakek buyutnya saja belum ada saat itu, atau memelintir riwayat-riwayat dari kitab-kitab yang sering tidak popular di kalangan kaum sunni kemudian mempertentangkannya satu sama lain dan membawa pada prakonsepsi yang ada di benaknya. Apa tujuan orang model seperti itu? Tidak lain agar kaum muslimin meragukan generasi awal yang telah membawa atau menyampaikan agama ini, jika generasi awal yang membawa agama ini sudah berhasil didiskreditkan tentunya diharapkan kaum muslimin tidak akan yakin lagi atau ragu akan kebenaran agamanya, itulah tujuan sebenarnya dan tentunya cara ini lebih licik dan berbahaya dari apa yang dilakukan oleh kaum orientalis, karena orang-orang ini mengaku dirinya muslim.  Untuk meluluskan tujuan ini, orang-orang yang sudah terjangkit penyakit-penyakit yang mematikan tersebut berusaha mempelajari ilmu-ilmu hadits yang ada pada kaum muslimin, bukannya untuk diimani, dihayati atau diamalkan, tetapi hanya untuk dicari kelemahan-kelemahannya saja. Sebenarnya sudah sering orang ini diperingatkan, tetapi karena dia ini “Tambeng” (istilah orang Palembang) maka peringatan itu tidak ada artinya bagi dirinya, kesombongan sudah menguasai dirinya. Maka untuk orang-orang semacam ini patut kita kasihani dan kita do’akan semoga Allah memberi hidayah kepadanya. (more…)

Read Full Post »

Older Posts »