Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘sahabat’

Tentunya kita ingin sekali mengetahui bagaimana sebenarnya pandangan Imam Ali bin Abi Thalib terhadap Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhuma, di tengah deras-nya fitnah kaum rafidhah nawashib yang selalu menggambarkan bahwa Umar adalah musuh Ahlul Bait, Umar dituduh membakar rumah Ahlul Bait, Umar menyakiti Fathimah hingga janin-nya keguguran, Umar bersama Abu Bakar telah merampas hak kekhalifahan ahlul bait dan lain-lain.

Ada satu riwayat yang shahih yang cukup untuk menjadikan mereka, yaitu orang-orang rafidhah yang sok berpegang pada hadits-hadits sunni menggigit jari mereka, satu riwayat yang singkat tetapi lebih dari cukup untuk mengetahui penilaian Imam Ali terhadap Umar bin Khattab. Permasalahannya adalah apakah orang-orang yang sok berpegang kepada hadits-hadits Sunni ini mau mengakui hal ini dan mengikuti Imam yang mereka mengaku mencintai dan mengikutinya? Atau kah cinta mereka terhadap Ahlul Bait adalah palsu dan merekalah sebenarnya yang pantas disebut Nashibi? (more…)

Read Full Post »

Sebagaimana biasa, kaum Syi’ah tak henti-hentinya berusaha mendiskreditkan sahabat-sahabat utama Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam daintaranya adalah Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma, dan kali ini mereka menggunakan sebuah hadits dari shahih Muslim sebagai senjatanya untuk menembak kedua sahabat mulia tersebut, tetapi  seperti biasa, kebiasaan mereka adalah menukil suatu hadits dengan sepotong-sepotong, mengambil yang diinginkan dan membuang sisanya, sehingga menyesatkan orang awwam yang membacanya, memang itulah tujuan mereka. Padahal jika dibaca hadits tersebut secara  keseluruhan, maka akan tampak permasalahan sebenarnya, dan akan runtuh hujjah mereka dengan sendirinya, karena jika kita memakai gaya pemikiran mereka, bukan hanya Abu Bakar dan Umar ra saja yang terdiskreditkan tetapi Imam Ahlul Bait yaitu Imam Ali, Al-Abbas ra sebagai ahlul bait Nabi pun kena getahnya dengan gaya pemikiran mereka tersebut. Apakah setelah itu mereka masih mau memakai hadits ini untuk menyerang sahabat Nabi? Kita lihat saja nanti. (more…)

Read Full Post »

Diantara syubhat-syubhat yang dilancarkan oleh kaum Syi’ah dalam rangka mendiskreditkan generasi awal Islam adalah dengan menampilkan hadits-hadits dari literatur Ahlus Sunnah yang matannya menurut pemahaman mereka tertuju kepada para “sahabat sejati” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Diantara hadits-hadits yang seringkali mereka tampilkan adalah hadits-hadits mengenai dihalaunya sekumpulan orang Islam dari telaga Haudh-nya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pada hari akhir kelak, yang beliau menyebut sekumpulan orang tersebut dengan sebutan “Sahabat” beliau. Hadits-hadits mengenai hal ini telah tercatat di shahih Bukhari dan Muslim dan juga kitab hadits yang lainnya, diantaranya adalah seperti berikut ini: (more…)

Read Full Post »

Mengenai pernikahan ‘Umar bin Al-Khaththab radliyallaahu ‘anhu dengan Ummu Kultsum rahimahallaah, ada beberapa sumber/keterangan yang menyebutkannya. (more…)

Read Full Post »

pertalian

* Majalah Qiblati Edisi Khusus Haji dan Majalah Qiblati Edisi 3 Volume 4

(Jika ingin bisa melihat bagan di atas lebih jelas, silahkan di copy gambar di atas dan dilihat dengan memperbesar zoom-nya)

Silsilah di atas adalah sebagian Fakta yang menunjukkan gambaran hubungan antara sahabat dan ahlul bait Nabi shalallahu alaihi wassalam dimulai saat Nabi Shalallahu wasalam masih hidup dan diteruskan setelah beliau wafat, maka sungguh disayangkan jika kita saat ini mempercayai  pemutar balikkan sejarah yang dilakukan oleh orang-orang yang berusaha mendiskreditkan mereka dan kemudian ikut terjebak pula dengan dikotomi “sahabat” dan “ahlul bait” yang digambarkan saling bermusuhan, padahal kenyataannya mereka melebur menjadi satu umat, bahkan lebih dari itu, mereka saling mempererat hubungan mereka dengan menjalin ikatan perkawinan diantara mereka dan keturunan mereka. (more…)

Read Full Post »

Abdul Hayyie al Kattani

 Bain al-‘Athifah wa al-Burhan?

Cukup menarik membaca tulisan Dr. Jalaluddin Rakhmat di bagian akhir artikelnya. Hal itu mendorong saya mengkaji hal ini terlebih dahulu sebelum mengkaji metodologi membaca Al Qur`an, terutama yang berkaitan dengan hal-hal yang tampak mengecam sahabat, serta kajian atas peristiwa-peristiwa yang dialami sahabat secara detail, seperti yang dipaparkan oleh Dr. Jalaluddin Rakhmat.
Karena menurut saya itu sangat mudah dijawab oleh mereka yang mau membuka tafsir-tafsir Al Qur`an maupun hadits Nabi saw. beserta takhrijnya dan sirah Rasul. Inti masalahnya hanya di metodologi bacaan dan pilihan bacaan. Jika itu dijelaskan, akan terjawab semuanya. Jadi pembahasan itu kita lakukan setelah bahasan sekarang ini.

(more…)

Read Full Post »

[Bagian Pertama]
Abdul Hayyie Al-Kattani

(Mahasiswa Pascasarjana Universitas Al-Azhar Mesir)
Pendahuluan

Di facebook, Dr. Jalaluddin Rakhmat mengundang saya untuk mengomentari tulisannya, “Sahabat dalam Timbangan Al-Quran” Setelah membaca tulisan Dr. Jalaludin Rakhmat saya tertegun sejenak: apakah konsep tentang ‘adalah sahabat bermakna mensakralkan mereka? Dan menganggap mereka manusia-manusia suci yang tidak mungkin melakukan kesalahan? Atau memuja mereka seperti sesembahan? Dalam tulisan itu jelas bahwa cendekiawan Syi’ah ini dengan mudahnya menyamakan konsep keadilan para sahabat dengan konsep kemaksuman Ahlul Bait dalam Syi’ah.

Dalam tulisan ini, saya ingin menunjukkan apa yang dimaksud “adalatus-sahabah” dalam konsep para ulama Ahlus-Sunnah. Tulisan ini sekaligus juga akan meluruskan pandangan-pandangan keliru cendekiawan yang sering melontarkan isu-isu kotroversial ini. (more…)

Read Full Post »

Shiffin merupakan sebuah wilayah berada di antara Kufah dan Syam. Di tempat itulah terjadi pertempuran antara pendukung Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abi Sufyan. Banyak pihak yang masih menilai bahwa perang tersebut disebabkan perebutan kekuasaan antara kedua sahabat muliya itu. Padahal kalau merujuk kembali sejarah yang ditulis para ulama, prasangka buruk tidaklah benar. Dan yang tidak pula kalah pentingnya, bahwa sebenarnya kadua sahabat tersebut beserta mayoritas umat Islam yang hidup di masa itu sama sakali tidak menginginkan pertumpahan darah, pengikut Abdullah bin Saba’ lah yang sebenarnya menjadi pemantiknya. Untuk mengetahui lebih detail mengenai persoalan itu, silahkan menyimak. (more…)

Read Full Post »

Orang Muslim beriman kepada kewajiban mencintai sahabat-sahabat Rasullullah saw., keluarga beliau, keutamaan mereka atas kaum Mukminin dan kaum Muslimin yang lain, dan bahwa ketinggian derajat mereka ditentukan oleh siapa di antara mereka yang paling dahulu masuk Islam.

Sahabat-sahabat Rasulullah saw. yang paling utama ialah para khulafaur rasyidin, yaitu Abu Bakar, Umar bin Khatthab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Kemudian disusul sepuluh orang yang dijamin masuk surga, yaitu keempat khulafaur rasyidin, Thalhah bin Ubaidillah, Az-Zubair bin Al-Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqash, Sa’id bin Zaid, Abu Ubaidah Amir bin Al-Jarrah, Abdurrahman bin Auf. Disusul para sahabat yang ikut perang Badar, kemudian disusul orang-orang yang dijamin masuk surga selain sepuluh orang di atas, misalnya Fathimah Az-Zahra’, Hasan bin Ali, Husain bin Ali, Tsabit bin Qais, Bilal bin Rabah, dan lain sebagainya. Kemudian disusul para sahabat yang ikut menghadiri Baiat Ar-Ridwan yang berjumlah seribu empat ratus sahabat Radhiyallahu Anhum. (more…)

Read Full Post »