Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘bantahan terhadap syi’ah’

Berikut ini adalah video debat antara Syaikh Adnan Ar’ur dengan seorang tokoh Syi’ah. Syaikh berargumentasi dengan menggunakan kitab pegangan Syi’ah sendiri bahwa A’isyah radhiyallahu ‘anha kelak akan bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam di surga.

Saksikan saja langsung video berikut ini. (more…)

Read Full Post »

Yang dimaksud ayat dzawi qurbâ oleh kaum Syiah adalah firman Allah kepada Rasulullah ketika memerintahkan beliau agar berkata kepada manusia:‘ .Katakanlah, aku tidak meminta dan kalian suatu imbalan apapun atas seruanku ini tetapi kasih sayang dalam kekeluargaan…’.” (Asy-Syura [ 23).

Kalangan Syiah menafsirkan maksud kekeluargaan pada ayat itu sebagai Ali, Fathimah, Hasan, dan Husain. (more…)

Read Full Post »

Ternyata moncong senapan orang syi’ah rafidhah ini tidak berhenti menyalak untuk target sasaran seorang sahabat mulia yaitu Abu Hurairah, hal ini dimaklumi karena Abu Hurairah adalah seorang sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam, maka tidak mengherankan jika kaum syi’i sangat hasud terhadap beliau.

Tetapi tanpa dinyana ternyata senjata makan tuannya sendiri, jika dia menganggap Abu Hurairah sebagai seorang yang melakukan tadlis maka dia seharusnya menganggap Imam Ali dan Abbas radhiyallahu ‘anhuma sebagai orang-orang yang juga melakukan tadlis, bagaimana hal lucu ini bisa terjadi? Cekidot Gan. (more…)

Read Full Post »

Bagaimana menurut anda jika virus syi’ah, rafidhah, nawashib dan sahabatphobia menjangkiti bersama-sama dalam dada seseorang? Tentunya akan sangat sulit dihilangkan kecuali mendapat pertolongan dari Allah Azza wa Jalla, kenalilah mereka dari tanda-tanda mereka yaitu dari moncong senapan mereka, target sasaran mereka sangat jelas, kalau ga sahabat ya ahlul bait (ahlul bait di sini termasuk di dalam-nya adalah istri-istri Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam). Peluru mereka muntahkan ke generasi awal Islam, dengan alasan studi kritis mereka mengekspose kembali isu-isu lama lebih dari seribu tahun yang lalu, bahkan kakek buyutnya saja belum ada saat itu, atau memelintir riwayat-riwayat dari kitab-kitab yang sering tidak popular di kalangan kaum sunni kemudian mempertentangkannya satu sama lain dan membawa pada prakonsepsi yang ada di benaknya. Apa tujuan orang model seperti itu? Tidak lain agar kaum muslimin meragukan generasi awal yang telah membawa atau menyampaikan agama ini, jika generasi awal yang membawa agama ini sudah berhasil didiskreditkan tentunya diharapkan kaum muslimin tidak akan yakin lagi atau ragu akan kebenaran agamanya, itulah tujuan sebenarnya dan tentunya cara ini lebih licik dan berbahaya dari apa yang dilakukan oleh kaum orientalis, karena orang-orang ini mengaku dirinya muslim.  Untuk meluluskan tujuan ini, orang-orang yang sudah terjangkit penyakit-penyakit yang mematikan tersebut berusaha mempelajari ilmu-ilmu hadits yang ada pada kaum muslimin, bukannya untuk diimani, dihayati atau diamalkan, tetapi hanya untuk dicari kelemahan-kelemahannya saja. Sebenarnya sudah sering orang ini diperingatkan, tetapi karena dia ini “Tambeng” (istilah orang Palembang) maka peringatan itu tidak ada artinya bagi dirinya, kesombongan sudah menguasai dirinya. Maka untuk orang-orang semacam ini patut kita kasihani dan kita do’akan semoga Allah memberi hidayah kepadanya. (more…)

Read Full Post »

Abu Al-Jauzaa’ :, 29 Juni 2010

Mu’aawiyyah bin Abi Sufyaan radliyallaahu ‘anhumaa adalah salah seorang shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang mulia. Tidak henti-hentinya ia mendapatkan celaan dari para ‘pecinta (palsu) Ahlul-Bait’ semenjak dulu hingga sekarang. Lisan mereka senantiasa basah akan cacian saat menyebut namanya. Mereka memusuhi siapa saja yang tidak mengucapkan kalimat kekafiran atas dirinya. Ya, Ahlus-Sunnah merupakan musuh abadi para ‘pecinta (palsu) Ahlul-Bait’ dikarenakan kecintaannya kepada para shahabat dan menahannya diri mereka untuk tidak mengungkit-ungkit kekeliruan dan ketergelinciran sebagian shahabat. Termasuk dalam hal ini : Mu’aawiyyah bin Abi Sufyaan radliyallaahu ‘anhu. (more…)

Read Full Post »

Abu Al-Jauzaa’ :, 12 Juli 2010

Hadits Pertama (Hadits ‘Aaisyah)

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ مِغْوَلٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ وَهْبٍ الْهَمْدَانِيِّ أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ هَذِهِ الْآيَةِ { وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ } قَالَتْ عَائِشَةُ أَهُمْ الَّذِينَ يَشْرَبُونَ الْخَمْرَ وَيَسْرِقُونَ قَالَ لَا يَا بِنْتَ الصِّدِّيقِ وَلَكِنَّهُمْ الَّذِينَ يَصُومُونَ وَيُصَلُّونَ وَيَتَصَدَّقُونَ وَهُمْ يَخَافُونَ أَنْ لَا يُقْبَلَ مِنْهُمْ أُولَئِكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi ‘Umar : Telah menceritakan kepada kami Sufyaan : Telah menceritakan kepada kami Maalik bin Mighwal[1], dari ‘Abdurrahmaan bin Sa’iid bin Wahb Al-Hamdaaniy[2] : Bahwasannya ‘Aaisyah istri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam tentang ayat : ‘Dan orang-orang yang memberikan apa yang Rabb mereka berikan, dengan hati yang takut’ (Al Mu’minuun: 60)”. ‘Aaisyah bertanya : ”Apa mereka orang-orang yang meminum khamar dan mencuri ?”. Beliau menjawab : “Bukan, wahai putri Ash-Shiddiiq. Akan tetapi mereka adalah orang-orang yang puasa, shalat, dan bersedekah. Mereka takut kalau amalan mereka tidak diterima. Mereka itulah orang yang bersegera dalam kebaikan” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy no. 3175]. (more…)

Read Full Post »

Abu Al-Jauzaa’ :, 21 Juni 2010

Pada artikel ini, kami masih melanjutkan nafas dan semangat yang sama dalam membahas keutamaan Abu Bakr Ash-Shiddiiq dan sekaligus membantah orang-orang Syi’ah yang mencoba-coba mempergunakan dalil/referensi Ahlus-Sunnah untuk mengunggulkan ‘Aliy bin Abi Thaalib di atas Abu Bakr radliyallaahu ‘anhumaa. Tidak ada maksud sedikit pun untuk menghina atau melecehkan ‘Aliy bin Abi Thaalib radliyallaahu ‘anhu dengan ditulisnya artikel ini, kecuali hanya untuk mendudukkan sesuatu pada tempat yang semestinya. (more…)

Read Full Post »

Ada seorang penulis blog Syi’ah yang mencoba membantah artikel kami https://alfanarku.wordpress.com/2010/05/06/abu-bakar-kemudian-umar-umat-terbaik-1/ Tetapi setelah kami teliti ternyata bantahan penulis tersebut hanya bantahan basa-basi, dimana dia sendiri seringkali menuduh orang lain berargumentasi “basa-basi”. Mari kita teliti satu per satu. (more…)

Read Full Post »

Abu Al-Jauzaa’ :, 06 Mei 2010

Hadits ats-tsaqalain adalah salah satu hadits yang menjadi pokok perbedaan manhaj beragama antara Ahlus-Sunnah dan Syi’ah. Dan dari hadits inilah kemudian muncul teologi ‘beragama menurut Ahlul-Bait’ yang dikembangkan oleh Syi’ah. Mereka beranggapan agama ini hanya akan betul dan sah jika dibawakan menurut jalur Ahlul-Bait, bukan selain mereka. Ahlul-Bait yang dimaksudkan di sini bukanlah sesuai dengan apa yang dipahami Ahlus-Sunnah. Penjelasan lebih lengkapnya, silakan baca artikel sebelumnya yang berjudul : http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/05/ahlul-bait-nabi-shallallaahu-alaihi-wa.html dan http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/11/ahlul-bait-adalah-jaminan-keselamatan.html.

Pada kesempatan kali ini, saya akan coba mendiskusikan hadits ats-tsaqalain ini dari beberapa jalur periwayatan, sekaligus bagaimana memahami makna yang ada di dalamnya. Sebagai pengantar, akan disebutkan beberapa (= tidak semua) riwayat hadits ats-tsaqalain sebagaimana di bawah : (more…)

Read Full Post »

Diantara penyimpangan ajaran Syi’ah adalah mendahulukan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu melebihi Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma dalam segi keutamaan serta menganggap Ali yang lebih berhak menjabat khalifah sepeninggal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang konsekuensi dari anggapan ini, kekhalifahan Abu Bakar, Umar dan Utsman radhiyallahu’anhum tidak sah menurut pandangan Syi’ah dan dianggap ketiga syaikh tersebut sebagai perampas kekhalifahan Ali radhiyallahu ‘anhu. (more…)

Read Full Post »