Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘ahlulbait’

Mengenai pernikahan ‘Umar bin Al-Khaththab radliyallaahu ‘anhu dengan Ummu Kultsum rahimahallaah, ada beberapa sumber/keterangan yang menyebutkannya. (more…)

Read Full Post »

pertalian

* Majalah Qiblati Edisi Khusus Haji dan Majalah Qiblati Edisi 3 Volume 4

(Jika ingin bisa melihat bagan di atas lebih jelas, silahkan di copy gambar di atas dan dilihat dengan memperbesar zoom-nya)

Silsilah di atas adalah sebagian Fakta yang menunjukkan gambaran hubungan antara sahabat dan ahlul bait Nabi shalallahu alaihi wassalam dimulai saat Nabi Shalallahu wasalam masih hidup dan diteruskan setelah beliau wafat, maka sungguh disayangkan jika kita saat ini mempercayai  pemutar balikkan sejarah yang dilakukan oleh orang-orang yang berusaha mendiskreditkan mereka dan kemudian ikut terjebak pula dengan dikotomi “sahabat” dan “ahlul bait” yang digambarkan saling bermusuhan, padahal kenyataannya mereka melebur menjadi satu umat, bahkan lebih dari itu, mereka saling mempererat hubungan mereka dengan menjalin ikatan perkawinan diantara mereka dan keturunan mereka. (more…)

Read Full Post »

Abdul Hayyie al Kattani

 Bain al-‘Athifah wa al-Burhan?

Cukup menarik membaca tulisan Dr. Jalaluddin Rakhmat di bagian akhir artikelnya. Hal itu mendorong saya mengkaji hal ini terlebih dahulu sebelum mengkaji metodologi membaca Al Qur`an, terutama yang berkaitan dengan hal-hal yang tampak mengecam sahabat, serta kajian atas peristiwa-peristiwa yang dialami sahabat secara detail, seperti yang dipaparkan oleh Dr. Jalaluddin Rakhmat.
Karena menurut saya itu sangat mudah dijawab oleh mereka yang mau membuka tafsir-tafsir Al Qur`an maupun hadits Nabi saw. beserta takhrijnya dan sirah Rasul. Inti masalahnya hanya di metodologi bacaan dan pilihan bacaan. Jika itu dijelaskan, akan terjawab semuanya. Jadi pembahasan itu kita lakukan setelah bahasan sekarang ini.

(more…)

Read Full Post »

Shiffin merupakan sebuah wilayah berada di antara Kufah dan Syam. Di tempat itulah terjadi pertempuran antara pendukung Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abi Sufyan. Banyak pihak yang masih menilai bahwa perang tersebut disebabkan perebutan kekuasaan antara kedua sahabat muliya itu. Padahal kalau merujuk kembali sejarah yang ditulis para ulama, prasangka buruk tidaklah benar. Dan yang tidak pula kalah pentingnya, bahwa sebenarnya kadua sahabat tersebut beserta mayoritas umat Islam yang hidup di masa itu sama sakali tidak menginginkan pertumpahan darah, pengikut Abdullah bin Saba’ lah yang sebenarnya menjadi pemantiknya. Untuk mengetahui lebih detail mengenai persoalan itu, silahkan menyimak. (more…)

Read Full Post »